RSS

Kalau ngantuk, jangan buru-buru tidur.Ucapkanlah:لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ.”

“Kalau ngantuk, jangan buru-buru tidur.
Ucapkanlah:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ.”
“Faedahnya, sebelum tidur akan diampuni dosanya walau sebanyak buih di lautan.”
— KH. Maimoen Zubair رحمه الله

*
Nota: Posting ini dishare semula dari post asal di https://www.facebook.com/share/p/184RJTvzc3/
*

• لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah SWT.”
Seorang muslim mengakui bahwa hanya Allah SWT yang menjadi tujuan ibadah, tempat bergantung dan yang memiliki kekuasaan mutlak.
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ
“Dia Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.”
Artinya kita memurnikan ibadah hanya untuk Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya.
• لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ
“Milik-Nya seluruh kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian.”
Segala sesuatu pada hakikatnya berada di bawah kekuasaan Allah SWT. Karena itu, dalam keadaan mendapatkan nikmat maupun menghadapi kesulitan, seorang mukmin tetap memuji Allah SWT.
• وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Tidak ada sesuatu yang sulit bagi Allah SWT.
• لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT.”
Ini mengajarkan tawakal. Kita tetap berusaha, tetapi menyadari bahwa kemampuan untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan semuanya dengan pertolongan Allah SWT.
• سُبْحَانَ اللهِ
“Maha Suci Allah.”
• وَالْحَمْدُ لِلَّهِ
“Segala puji bagi Allah.”
• وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.”
• وَاللهُ أَكْبَرُ
“Allah Mahabesar.”
Jadi, rangkaian dzikir tersebut menghimpun tauhid, tasbih, tahmid, takbir, tawakal, dan pengakuan atas kekuasaan Allah SWT.

🌊 Benarkah dosa diampuni walaupun sebanyak buih di lautan?
Maknanya memang memiliki dasar dari hadis-hadis sahih, tetapi penting membedakan antara lafaz dzikir dalam gambar dan hadis yang menjadi dasar keutamaan dzikir tertentu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَالَ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ...
“Barang siapa mengucapkan: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah... sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya pahala seperti membebaskan sepuluh budak, dicatat baginya seratus kebaikan dan dihapus darinya seratus keburukan...”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ada pula hadis sahih:
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
“Barang siapa mengucapkan Subhanallahi wa bihamdihi seratus kali, maka dosa-dosanya dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.”
HR. Bukhari dan Muslim.
Hadis inilah yang sangat jelas menyebut زَبَدِ الْبَحْرِ ( buih lautan ).

⚠️ Tetapi ada satu hal yang perlu diluruskan
Jangan sampai tulisan tersebut dipahami bahwa:
“Cukup membaca dzikir sekali sebelum tidur, kemudian semua dosa, termasuk dosa besar, pasti otomatis terhapus.”
Pemahaman seperti itu terlalu mutlak.
Keutamaan dzikir memang sangat besar, tetapi dosa besar memiliki pembahasan tersendiri, dan apabila seseorang mempunyai dosa yang membutuhkan taubat, hendaknya ia benar-benar bertaubat kepada Allah SWT.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ ۚ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
QS. Az-Zumar: 53
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah SWT dengan taubat yang sebenar-benarnya.”
QS. At-Tahrim: 8
Jadi, dzikir + taubat + meninggalkan maksiat + tidak mengulangi dosa adalah jalan yang sangat baik bagi seorang mukmin.

🌙 Mengapa sangat baik dilakukan sebelum tidur?
Waktu menjelang tidur adalah waktu yang sangat baik untuk muhasabah.
Siang hari kita mungkin:
berbicara yang tidak perlu,
menyakiti hati orang,
melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihat,
lalai dari Allah SWT ,
marah,
iri,
atau melakukan kesalahan lainnya.
Maka sebelum mata terpejam, jangan hanya memikirkan:
“Besok harus bangun jam berapa?”
Tetapi sempatkan juga bertanya:
“Kalau malam ini Allah SWT memanggilku, sudah siapkah aku menghadap-Nya?”
Kemudian membaca dzikir, istighfar, memohon ampun, dan menyerahkan diri kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
وَالذَّاكِرِينَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah SWT, Allah SWT telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.”
QS. Al-Ahzab: 35

❤️ Wal hashil :
Jangan biarkan rasa kantuk menjadi akhir hari tanpa mengingat Allah SWT.
Kalau masih diberi kesempatan membuka mata, tutuplah hari dengan dzikir.
Kalau sepanjang hari banyak salah, tutuplah dengan istighfar.
Kalau banyak masalah, tutuplah dengan tawakal.
Kalau banyak nikmat, tutuplah dengan syukur.
Karena kita tidak pernah tahu apakah esok pagi masih diberi kesempatan untuk membuka mata.
Tidur dalam keadaan mengingat Allah SWT jauh lebih indah daripada tidur setelah seharian lalai dari-Nya.
اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى، وَاجْعَلْ آخِرَ كَلَامِنَا مِنَ الدُّنْيَا لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
“Yaa Allah, akhirilah hidup kami dengan kebaikan, dan jadikan akhir ucapan kami di dunia: Laa ilaaha illallaah.”

#doa 
#dawuhguru 
#dawuhulama 
#dawuhmasyayikh 
#ilmu 
#khmaimunzubair

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...