RSS

Zikir terjaga malam

✨Zikir terjaga malam
🔹 La hawla Wala Quwwata Illa billah
🔹La ilaha illallah al malikul haqqul mubin
🔹Subhanallahi Wabihamdihi Subhanallahil 'Adziim
🔹membaca Surah Al-Ikhlas ketika masuk rumah
🔹 "Barangsiapa membaca Surah Al-Waqi'ah setiap malam maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup." (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman)
🔹Memperbanyak selawat ke atas Nabi
Dari Umar bin Khattab dari Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barangsiapa berselawat kepadaku satu kali selawat maka Allah akan membalas sepuluh kali selawat dan mengangkatnya sepuluh darjat."
🔹"Barangsiapa melazimkan beristighfar nescaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak pernah diduga." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah)

🌹'La Ilaha Illallah, Wahdahu La Sharika Lah, Lahul-Mulku Wa Lahul-Hamdu, Wa Huwa 'Ala Kulli Shai’in Qadir’
🌹Subhanallahil'azimi wabihamdih
🌹Jazallahu 'anna sayyidana muhammadan sallallahu 'alaihiwasallam maahuwa ahluh (u) 3x
🌹Subhanallah walhamdulillah walaailahaillah allahuakbar wala haulawala kuwwata illa billah, robbir firli
🌹Laa ilahailla anta subhanakainni kuntumizzolimin.. robbi inni limaa anzalta ilayya min khoirin faqir
🌹subhanallahiwabihamdihi subhanallahil 'azim..
@ baca
🌹-doa bgun tdur (alhamdulillaa hillazdhi ah yaana baqdamaa amaatanaa wailahinnusyurr)
🌹Baca istighfar sampai dtg waktu fajar/subuh
🌹(Lakukan dgn hati dan bukan dgn lisan sahaja)✨

"Ya Allah, kurniakanlah kemudahan urusanku untuk menunaikan umrah/haji, aku nak sangat bawa mak melawat Mekah sekali"
"Ya Allah lancarkan urusan beli rumah agar jika mak datang melawat & bermalam mak rasa selesa"
"Ya Allah kurniakanlah aku suami yang bila mana mak aku pandang wajahnya, mak terus berasa sayang & kasih padanya serta suami yang dapat menjagaku sebaik-baiknya; menghilangkan keresahan ibuku akan siapa yang akan menjagaku dan agamaku sepertiadaannya serta ayahandaku.."

Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya, tidak ada satu pun yang dapat memberi kemudharatan di bumi mahupun di langit, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
- Ia dibaca sebanyak tiga kali, maka dia tidak akan ditimpa bala yang datang secara tiba-tiba sehingga Subuh.

Dan barang siapa yang membacanya ketika subuh sebanyak tiga kali, maka dia tidak akan ditimpa bala yang datang secara tiba-tiba sehingga petang (malam).” - [HR Abu Daud 5088]

Ya Allah aku berlindung dengan-Mu daripada penyakit sopak, gila, kusta dan penyakit-penyakit yang buruk. - [HR Abu Daud 1554].

Bismillahirrohmanirrahim..
[Doa Pembuka Pintu Rezqi] Allahumma inni as aluka 'ilman naafi'a.. warizqon thoyyiban wa 'amalan mutaqobbalaa.. "Ya, Allah sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima".. robbij 'alni muqiimassolaati wamin dzurriyyati, robbanaa wataqobbal du'a'..robbanaghfirli waliwaa lidayya walilmukminiina yauma yaquumulhisaab.. "

[Doa Pembuka 12 Pintu Rezeki]
ALLAHUMMAF TAHLII ABWAABAL KHOIRI, WA ABWAABA SHOLAAMATI, WA ABWAABAS SHIHATI, WA ABWAABAN NIA’MATI, WA ABWAABA BAROKHATI, WA ABWAABAL QUWWATI, WA ABWAABAL MAWADDATHI, WA ABWAABAR ROHMATI, WA ABWAABAR RIZKHI, WA ABWAABAL ‘ILMI, WA ABWAABAL MAGHFIROTHI, WA ABWAABAL JANNATHI YAA ARHAMARROOHIMIIN.
"Ya Allah Bukakanlah untukku, pintu-pintu kebaikan, pintu-pintu keselamatan, pintu-pintu kesehatan, pintu-pintu nikmat, pintu-pintu keberkatan, pintu-pintu kekuatan, pintu-pintu cinta sejati, pintu-pintu kasih sayang, pintu-pintu rezeki, pintu-pintu ilmu, pintu-pintu keampunan dan pintu-pintu syurga. Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

[Doa Jawami'ul Kalim]
Diantara contoh doa yang Jami’ sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahu ‘anha sesungguhnya Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kepada beliau doa ini:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآَجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ، وَمَا لَمْ أَعْلَمْ اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ تَقْضِيهِ لِي خَيْرًا  

“Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kurniaan semua kebaikan yang disegerakan maupun yang ditunda. Apa yang saya ketahui maupun tidak saya ketahui. Saya berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, baik yang disegerakan maupun yang ditunda, yang saya ketahui maupun yang tidak saya ketahui. Ya Allah, sungguh saya memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang diminta oleh hamba dan Nabi-Mu Muhammad Sallallahu alai wa sallam kepada-Mu dan saya berlindung kepada-Mu dari apa yang diminta perlindungan oleh hamba dan nabi-Mu. Ya Allah, saya memohon kepada-Mu surga dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan saya berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan atau perbuatan. Dan saya memohon kepada-Mu kurniaan semua takdir yang Engkau tentukan baik untukku.” (HR. Ahmad di Musnad, 24498. Ibnu Majah di Sunannya, 3846. Dinyatakan shahih oleh Albani dalam kitab Shohih Al-Qur’anJami’, 1276)
🔹Oleh karena itu wajib atas seorang muslim untuk mengetahui keagungan doa-doa Nabi Sallallahu alaihi wa sallam dan kedudukannya. Doa-doa Nabi Sallallahu alaihi wa sallam tersebut mengandung kumpulan kebaikan dan pintu-pintu kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebaik-baik permohonan adalah yang dimohonkan oleh hamba dan rasul-nya Nabi Sallallahu alaihi wa sallam dan sebaik-baik permohonan perlindungan yaitu, memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan yang hamba dan rasul-Nya Nabi Sallallahu alaihi wa sallam berlindung darinya.

إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي ، وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
"To Allah we belong and unto Him is our return. O Allah, recompense me for my affliction and replace it for me with something better."

Ratib al Haddad
https://youtu.be/zy1dY6cxF8s

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Doa masuk syurga moga terhindar dari dajjal

When my late best friend passed away when I was Form 5, someone told me that those who Allah takes away 'early' home in His Rahmah are lucky as they will not face the false messiah (al masih ad dajjal, anti-christ,deceiver in Islam).. bile arwah kawan baik saya meninggal dunia sebelum saya SPM, ada orang yang mengatakan mereka yang Allah jemput pulang ke rahmahNya adalah beruntung kerana tidak akan hadapi fitnah dajjal.. 

🔹Doa Rasulullah SAW seperti riwayat Ibn Abbas R.Anhuma:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الخَيْرَاتِ ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ ، وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِي إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ

Maksudnya: Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu perbuatan kebaikan, meninggalkan kemungkaran, kasihkan orang miskin dan Engkau ampunkan dosaku, Engkau rahmatiku dan Engkau terima taubatku. Jika Engkau menghendaki dengan hamba-hamba-Mu fitnah, maka matikanlah aku tanpa sebarang fitnah.

[Doa Jawami'ul Kalim]

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآَجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ، وَمَا لَمْ أَعْلَمْ اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ تَقْضِيهِ لِي خَيْرًا  

“Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kurniaan semua kebaikan yang disegerakan maupun yang ditunda. Apa yang saya ketahui maupun tidak saya ketahui. Saya berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, baik yang disegerakan maupun yang ditunda, yang saya ketahui maupun yang tidak saya ketahui. Ya Allah, sungguh saya memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang diminta oleh hamba dan Nabi-Mu Muhammad Sallallahu alai wa sallam kepada-Mu dan saya berlindung kepada-Mu dari apa yang diminta perlindungan oleh hamba dan nabi-Mu. Ya Allah, saya memohon kepada-Mu surga dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan saya berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan atau perbuatan. Dan saya memohon kepada-Mu kurniaan semua takdir yang Engkau tentukan baik untukku.” (HR. Ahmad di Musnad, 24498. Ibnu Majah di Sunannya, 3846. Dinyatakan shahih oleh Albani dalam kitab Shohih Al-Qur’anJami’, 1276)

Moga kita semua dikurniakan kemudahan semua urusan dunia serta akhirat, diluaskan rezqi seperti air yang mengalir serta dibawah lindunganNya sentiasa..amin..

Perkongsian rasa sebagai hambaNya yang kerdil ,
1 Muharram 1443/10 Ogos 2021 (Selasa) 2010hrs
missinialurunsophie aiai


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sepuluh Amalan Murah Rezeki

Tajuk: Sepuluh Amalan Murah Rezeki

PENDAHULUAN

“Semoga murah rezeki. ” Ungkapan yang selalu kita dengar dikalangan masyarakat kini. Tetapi tahukah saudara apakah yang dimaksudkan dengan murah rezeki? Oleh kerana itu saya terpanggil untuk merumuskan di dalam esei ini tentang murah rezeki. 10 amalan yang boleh kita lakukan seiring dengn ungkapan diatas. Selain daripada itu, kita juga boleh menambah sedikit pengetahuan mengenai rezeki.

Esei tentang 10 amalan murah rezeki ini mengupas tentang amalan-amalan yang boleh kita ikuti untuk manfaat kita semua. Bermula dengan penerangan hakikat rezeki, jenis-jenis rezeki dan terakhir amalan-amalan murah rezeki. Hakikat rezeki akan menyentuh mengenai maksud rezeki di dalam Al-Quran serta tanggapan masyarakat masa kini.

Rezeki zahiriah dan rezeki batiniah pula merupakan jenis-jenis rezeki yang dapat disimpulkan oleh ulama’. Yang terakhir adalah amalan-amalan untuk mendapatkan rezeki. Pertama, bertaubat dan beristighfar kepada Allah. Kedua, hendaklah bertaqwa kepadaNya. Ketiga, hendaklah beribadat kepada Allah. Keempat, hendaklah menjalinkan silaturahim sesame manusia. Kelima, berinfaq di jalan Allah. Keenam, hendaklah bersyukur kepada Allah. Ketujuh, selalu la bertawakkal kepada Allah. Kelapan, berhijrah ke jalan Allah. Kesembilan, memberi nafkah kepada mereka yang menuntut ilmu dan yang kesepuluh berdoa, berzikir dan membaca Al-Quran.

HAKIKAT REZEKI

Harta kekayaan, makanan ataupun keutungan dari perniagaan adalah rezeki yang sering ditafsirkan oleh manusia. Manakala gaji yang diperolehi dari bekerja juga dianggap rezeki pada pandangan masyarakat kita pada hari ini.

Di dalam Al-Quran, Allah membezakan antara harta kekayaan dan rezeki. Bahasa yang digunakan di dalam Al-Quran yang merujuk kepada harta kekayaan adalah ‘mal’ yang disifatkan kadang kala membawa kebaikan dan kadang kala menimbulkan fitnah. Jika difahami secara mendalam, ’mal’ bermaksud harta kekayaan yang bersifat benda material. Sedangkan rezeki disifatkan sebagai pemberian Allah yang membawa kebaikan termasuk apa sahaja yang diberikan Allah kepada maklukNya. Rezeki juga merangkumi makna yang luas.

JENIS JENIS REZEKI

1. Rezeki Zahiriah

2. Rezeki Batiniah

1. Rezeki Zahiriah

Rezeki zahiriah adalah segala perkara yang diberikan Allah kepada hambaNya seperti harta kekayaan, makanan, hasil pertanian, hasil dari tangkapan, hasil dari perlombongan, keuntungan dari perniagaan dan juga gaji dari hasil bekerja.

Secara umumnya, rezeki zahiriah adalah sesuatu yang nyata dan dapat memenuhi keperlua manusia yang bersifat zahiriah. Jika manusia tidak memperoleh keperluan zahirnya, maka manusia akan menderita. Sebagai contoh, manusia memerlukan tempat tinggal untuk berlindung, jika tiada tempat tinggal ini, maka manusia boleh menderita. Begitu juga dengan makanan, jika tidak manusia boleh kebuluran dan jatuh sakit jika tiada makanan. Berikut merupakan usaha-usaha mendapatkan rezeki zahiriah yang dihalalkan oleh syara’.

Usaha untuk mendapat rezeki zahiriah yang dihalalkan oleh syara’.

1. Makan gaji

Gaji yang diperolehi dari hasil kerja adalah yang rezeki yang halal dengan syarat apa yang dikerjakan itu halal seperti bekerja di syarikat pembuatan barangan halal. Meskipun bekerja di tempat yang dihalalkan tetapi perlu mengambil berat tentang keadaan bekerja. Pastikan bahawa lingkungan bekerja itu mendukung perlaksanaan ibadah. Adalah menjadi kesalahan jika bekerja di tempat yang menghalang ibadah seperti tempat minuman keras, tempat perjudian, di institusi riba. Rezeki yang diperolehi adalah rezeki yang haram.

2. Perlombongan, penerokaan hutan dan berburu

Segala usaha manusia seperti pembalakan, perlombongan emas, perak dan minyak serta penangkapan ikan adalah sebahagian mencari rezeki zahiriah yang dibenarkan oleh syara’.

Allah memberi peringatan kepada manusia memperhatikan kelestarian alam. Oleh itu, jika manusia menebang balak, maka menjadi tanggungjawab untuk menanam semula. Begitu juga jika menangkap ikan, manusia harus menggunakan peralatan yang memberi kesan pelestarian alam. Jika melakukan perlombongan hendaklah memerhatikan alam sekitar agar tiada yang musnah. Peringatan Allah dalam Al-Quran bermaksud, “Telah menjadi kerosakan di daratan dan di lautan disebabkan oleh tangan manusia”

3. Hibah dan harta pusaka

Harta pusaka adalah harta peninggalan dari si mati dimana dia masih ada hubungan waris sebagaimana yang ditetapkan dalam ilmu waris.

Kadang kala manusia memperolehi rezeki dari pemberian atau dari harta pusaka. Harta itu adalah halal dan sah menurut syara’ dengan syarat kesemuanya dilakukan sesuai dengan peraturan syara’.

4. Perniagaan

Perniagaan yang dibenarkan oleh syara’ ialah :

a. Memenuhi syarat dan rukun jual beli

b. Tiada unsur penipuan

c. Tiada unsur spekulasi

d. Barang niaga yang dihalalkan.

e. Tidak menimbulkan kemudaratan kepada orang ramai

f. Tiada unsur riba dan pemerasan

5. Usahasama

Usahasama adalah perkongsian dua orang atau lebih untuk melakukan usaha bersama mengikut syarat-syarat yang telah disetujui bersama. Di dalam feqh Islam usahasama dikenali sebagai “Mudharabah” dan “Musyarakah”.

Mudharabah ialah perjanjian usahasama antara pemodal dan pengusaha dalam satu projek perniagaan dimana pemodal bersetuju memberi modal dan pengusaha bersetuju untuk meniagakannya.

Musyarakah ialah perkongsian modal untuk sesuatu urusan perniagaan bagi mendapatkan untung dengan syarat-syarat berikut:

a. Dua orang atau lebih yang berakal dan baligh.

b. Lafaz perjanjian yang jelas

c. Modal dan pengurusan dapat dinilai dengan wang

d. Projek yang dijalankan tidak bertentangan dengan syara’

e. Keuntungan yang diperolehi adalah rezeki yang halal.

Usaha-usaha mendapatkan rezeki zahiriah yang diharamkan oleh syara’

1. Rasuah dan pecah amanah

Segala hasil yang diperoleh daripada rasuah dan pecah amanah adalah harta yang haram kerana menggunakan cara-cara yang diharamkan oleh syara’.

2. Meminta-minta

Larangan meminta-minta dijelaskan dalam hadis Nabi : “Saidina Umar melaporkan bahawa Rasulullah SAW ada berkata: Jika seseorang dikalangan kamu terus menerus meminta minta, pada hari akhirat ia terpaksa menghadap Allah tanpa seketul daging di mukanya” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Riba

Rasulullah SAW bersabda: “Pengambilan dan pemberi riba dan penulis serta saksinya adalah sama dari segi kesalahannya”

Dengan itu, Allah telah mengisytiharkan bahawa riba itu haram. Oleh itu, harta yang diperolehi daripada riba juga haram.

4. Berdagang barangan yang diharamkan

5. Kiraan dan timbangan yang salah secara sengaja

6. Perniagaan yang menipu

Unsur-unsur penipuan dalam perdagangan seperti berikut:

a. Menjual barangan tiruan dengan memberi keterangan bahawa barang itu adalah asli.

b. Menyembunyikan kecacatan barang yang dijual.

c. Mencampurkan keaslian barang yang dijual dengan benda lain tanpa memberi keterangan yang jelas.

7. Pelacuran

Pelacuran adalah perbuatan zina dengan menggunakan wang, ertinya seseorang wanita yang bersedia digauli seorang lelaki lain dengan imbalan wang. Maka wang diperolehi dari pelacuran adalah haram kerana dihasilkan dari perbuatan yang haram.

2. Rezeki Batiniah

Rezeki yang dapat memenuhi kepuasan batin seseorang itu dimaksudkan dengan rezeki batiniah. Rezeki batiniah juga sukar dikesan kerana perkara yang tidak nampak sebagaimana rezeki zahiriah.

Terdapat beberapa tanda rezeki batiniah seperti perasaan puas hati, riang, gembira, selalu tersenyum dan selalu senang hati.

Sebagai contoh, ketika pelajar menerima sijil. Jika dinilai dari segi zahirnya, sijil adalah sekeping kertas yang tidak berharga tetapi bagi pelajar yang memiliki sijil tersebut, ia adalah harta yang amat berharga, ia adalah penghargaan buat dirinya. Pelajar gembira bukan kerana kertasnya tetapi sijil tersebut mengandungi nilai penghargaan yang tinggi. Manusia akan mengalami kesukaran jika tidak memperolehi kedua-dua rezeki. Pepatah Arab ada mengatakan:

“Orang kaya bukan semata-mata didasarkan banyaknya harta benda tetapi lebih disebabkan adanya kekayaan batinnya”

3. Rezeki yang berkat

Berkat membawa erti tambahnya kebaikan. Harta yang berkat adalah membawa pemiliknya ke arah yang lebeih baik dan terus lebih baik serta memberi ketenangan dan kebahagiaan. Selain itu, menambahkan kedamaian, memperkukuhkan keimanan dan akan berterusan memberi motivasi kearah kebaikan.

Ini akan mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhkan diri dari perbuatan yang diharamkan oleh Allah. Ini bermakna akan memberi kepuasan dan kesihatan fizikal dan mental.

• Allah adalah Zat Pemberi dan Pembahagi Rezeki

Allah adalah Zat yang berkuasa penuh memberi dan pembahagi rezeki kepada semua makhluk. Tiada satu pun mahkluk di bumi ini yang boleh memberi atau menyediakan rezeki kepada semua mahkluk di muka bumi ini.

Firman Allah yang bermaksud:

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik baik” (Al-Isra’:70)

SEPULUH AMALAN MURAH REZEKI

PERTAMA: Taubat/Istighfar

Menurut syara’ taubat adalah meninggalkan seluruh perbuatan dosa, menyesali semua kemaksiatan yang telah dilakukan semata-mata kerana Allah. Orang sufi mengatakan bahawa taubat adalah satu alat yang mampu merubah kegelapan menjadi cahaya, kesengsaraan menjadi keuntungan, kehinaan menjadi kemuliaan bahkan taubat seseorang itu akan mampu merubah batu menjadi emas. Ini menunjukkan taubat mempunyai keutamaan yang besar. Syarat taubat :

a. Ikhlas

b. Meninggalkan segala dosa

c. Menyesal atas segala dosa yang dilakukan

d. Tidak mengulangi lagi perbuatan dosa

e. Dilakukan sebelum tibanya ajal

Istighfar sebagaimana diterangkan oleh Imam Ar-Raghib al-Asfahani adalah meminta ampun dengan ucapan dan perbuatan. Apabila manusia selalu memohon ampun (beristighfar) maka perbuatannya mestilah ke arah yang diredhai dan diampuni.

Seseorang yang beristighfar maka seluruh tubuhnya turut beristighfar. Kaki berhenti dari kemaksiatan, tangan berhenti melakukan kezaliman, hatinya dibersihkan dari rasa dendam dan telinganya mendengar nasihat yang baik. Cara inilah yang akan memberi kesan dan hikmah serta mendapat rezeki. Firman Allah yang bermaksud:

“Maka aku katakana kepada mereka mohonlah ampun kepada Tuhanmu sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun nescaya Dia akan mengirimkan hujan yang kuat kepadamu dan ia memperbanyak harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai” (Nuh:10-12)

Hadis Nabi diantaranya riwayat Imam Ahamad dari Abdullah bin Abas ra, Rasulullah bersabda yang bermaksud:

“Barangsiapa yang memperbanyakkan istighfar, maka Allah akan menjadikan setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya ada kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki (halal) dari arah yang tidak disangka-sangka”

Kesimpulannya, bertaubat dan beristighfar adalah satu amalan yang boleh mendatangkan rezeki. Sesiapa yang menginginkan rezeki yang halal dan berkat maka mulakan semua itu dengan taubat yang bersungguh dan beristighfar sepenuh hati.

KEDUA: Taqwa

Menurut para ulama, taqwa ialah melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya sama ada secara terang-terangan atau dengan cara rahsia. Taqwa mengandungi 4 perkara iaitu :

a. Menjauhi diri dari perbuatan yang dimurkai Allah.

b. Menghindarkan perbuatan yang merugikan (memberi mudarat) kepada diri sendiri.

c. Menjauhkan dari perbuatan yang merosakkan atau merugikan orang lain.

d. Menjauhi dan menahan diri dari melakukan larangan Allah secara zahir dan batin samaada dalam tindakan, tingkah laku, ucapan atau kehendak kalbu atau amalan batiniah.

Ciri-ciri orang yang bertaqwa :

a. Beriman kepada perkara yang ghaib

b. Orang yang mendirikan solat

c. Berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi

d. Percaya akan hari kiamat

Antara hikmah orang yang bertaqwa adalah ia merupakan amalan yang mendatangkan rezeki. Ini selaras dengan firman Allah yang bermaksud :

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya dia akan memberikan jalan keluar beginya dan memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka” (At-thalaq:2-3)

Ayat diatas menerangkan bahawa orang yang bertaqwa akan dibalas dengan dua perkara.

Pertama: Allah akan memberikan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi. Ini bermakna dengan taqwa manusia dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Menurut Ibnu Abbas, Allah akan menyelamatkan orang yang bertaqwa di dunia dan di akhirat.

Kedua : Rezeki yang tidak disangka-sangka ialah rezeki yang benar-benar diluar perhitungan dan diluar perancangan.

Dari keterangan ayat tersebut jelas bahawa jika inginkan rezeki yang banyak yang membawa kebaikan dan keberkatan yang akan dating berterusan maka hendaklah meninggalkan segala bentuk dosa dan berusaha dengan bersungguh-sungguh dan ikhlas melaksanakan perintah Allah.

KETIGA: Beribadat kepada Allah

Dari sudut bahasa Ibadah ialah taat, mengikut dan tunduk. Ini bermaksud tunduk yang serendah rendahnya. Menurut pandangan sufi, terdapat tiga perkara dalam ibadah:

a. Beribadah kepada Allah dengan mengharapkan pahalaNya atau kerana takut akan seksanya

b. Beribadah kepada Allah kerana memandang bahawa ibadah itu adalah perbuatan mulia.

c. Beribadah kepada Allah kerana memandang bahawa berhak disembah dengan tidak ambil peduli apa yang akan diterimanya.

Ibadah juga ditafsirkan sebagai sikap yang menghambakan jiwa dan menyerahkan kepada kekuasaan yang ghaib yang tidak dapat dijangkau dengan ilmu dan tidak dapat diketahui hakikatnya. Firman Allah yang bermaksud :

“Wahai manusia beribadahlah kamu kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu dan yang telah menjadikan orang-orang sebelum kamu, supaya demikian itu dapat menjadikan kamu orang-orang yang bertaqwa” (Al-Baqarah :21)

Bentuk-bentuk ibadah :

1. Bersifat makrifah yang tertentu berkaitan dengan soal ketuhanan

2. Ucapan tertentu untuk Allah seperti takbir, tahmid, tahlil dan puji-pujian

3. Perbuatan tertentu untuk Allah seperti haji, umrah, sujud, puasa dan i’tikaf.

4. Ibadah yang padanya hak Allah walaupun terdapat juga di dalamnya haik hamba seperti solat fardhu dan sunat

5. Yang melengkapi kedua-dua hak tetapi hak hamba lebih berat seperti zakat, kifarat dan menuntup aurat

Beberapa amalan ibadah murah rezeki:

1. Solat

2. Solat dhuha

3. Solat hajat

4. Puasa

Hadis riwayat Imam Al-Hakim dari ma’qal bin Yassar ra berkata Rasulullah SAW bersabda:

“Tuhan kalian berkata: Wahai anak Adam beribadahlah kamu sepenuhnya nescaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rezeki wahai anak Adam! Jangan jauho Aku sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan”

KEEMPAT: Silaturrahim

Menurut Al-Mullah Ali al-Qari, silaturahim adalah kinayah (ungkapan/sindiran) tentang berbuat baik kepada kerabat samada kerana ada garis keturunan atau kerana ada hubungan perkahwinan. Hakikatnya silaturahim adalah kesediaan para anggota keluarga untuk member kebaikan samada berupa kebaikan fizikal seperti member bantuan makanan atau berupa kebaikan mental seperti member nasihat dan tunjuk ajar.

Dalam tatacara silaurahim mestilah diselarikan dengan sikap berikut:

a. Bertolak ansur

b. Memberi kemaafan

c. Yang muda hormat yang tua dan yang tua saying yang muda

d. Perlakuan dan kata-kata yang mengandungi kebaikan

e. Bersikap tawaduk dan rendah diri

Manakala berikut adalah sikap yang boleh terputusnya silaturahim:

a. Pentingkan diri sendiri

b. Bersikap angkuh dan sombong

Di dalam hadis Nabi ada beberapa keterangan yang menunjukkan bahawa silaturahim amalan yang boleh mendatangkan rezeki. Antaranya ialah:

“Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambungkan tali silaturahim” (Al-Hadis)

Di dalam hadis diatas Rasulullah SAW menjelaskan silaturahim itu membuahkan tiga hal iaitu:

a. Silaturahim menumbuhkan kecintaan kepada keluarga

b. Silaturahim memperbanyakkan rezeki

c. Silaturahim akan memanjangkan umur

Hadis diriwayatkan Imam Abdullah bin Ahmad, Al-Bazzar dan Ath-Thabrani dari Ali bin Abi Talib ra. Dari rasulullah SAW beliau bersabda:

“Barangsiapa yang senang dipanjangkan umurnya, dan diluaskan rezekinya serta dihindarkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan silaturahim”

Maka jelaslah bahawa silaturahim mempunyai hikmah yang besar iaitu dapat melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Oleh itu, haruslah kita bersilaturahim dengan kerabat bagi melapangkan rezeki.

KELIMA: Berinfaq di jalan Allah

Infaq adalah memberi kemampuannya kepada orang yang memerlukan dan mempunyai niat ikhlas serta mengharapkan keredhaan Allah. Contohnya menolong fakir miskin.

Syeikh Ibnu Asyur berkata: infaq adalah infaq yang dianjurkan oleh agama seperti berinfaq kepada orang-orang fakir dan berinfaq di jalan Allah untuk menolong agama.

Jenis-jenis infaq:

a. Infaq dengan harta benda

- Membayar zakat

- Amal jariah

- Wakaf

- Wasiat

- Membelanjakan harta untuk kemudahan awam

b. Berinfaq dengan tenaganya

- Dengan ilmunya / fikirannya

- Dengan badannya

Terdapat ayat dari Al-Quran dan Hadis yang menyatakan bahawa beinfaq ke jalan Allah boleh mendatangkan rezeki. Antaranya ialah:

“Dan barang apa sahaja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantikannya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki” (Saba’ : 39)

Hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra :

“Allah tabaraka wat’ala berfirman : “Wahai anak Adam berinfaqlah! Nescaya Aku berinfaq (memberi rezeki) kepadamu”

KEENAM : Bersyukur

Bersyukur atas anugerah adalah memberikan musyahadah terhadap anugerah tersebut dan menjaga kehormatan, menurut Abu Bakar al-Waraq. Secara keseluruhannya, syukur adalah sikap seorang hamba yang berterima kasih yang diucapkan dalam lisan dan diperkukuhkan dalam hati serta direalisasikan dalam tindakan.

Jenis-jenis syukur

a. Bersyukur dengan lisan

b. Bersyukur dengan tubuh

c. Bersyukur dengan hati

Barangsiapa yang mahu bersyukur maka Allah menambahkan kenikamatannya dan sebaliknya yang enggan bersyukur maka Allah akan menyeksanya. Firman Allah yang bermaksud :

“Jika kamu bersyukur maka Aku akan menambahkan nikmat kepadamu dan sekiranya kamu kufur atas nikmatKu, maka seksaKu amatlah pedih” (Ibrahim : 7)

Selain itu, Allah juga memberi amaran kepada mereka yang tidak bersyukur mereka akan mendapat seksaan dari Allah. Ini bermakna bahawa sekiranya kita mendapat nikmat, tetapi tidak bersyukur maka kita telah meletakkan diri dan nikmat itu akan menimbulkan kerugian.

Imam Al-Qusyairi mengatakan : “Allah menempatkan lima perkara dalam lima tempat, keagungan dalam ibadah, kehinaan dalam dosa, kekhidmatan dalam bangun malam dan kebijaksanaan dalam perut kosong serta kekayaan cukup dalam Qana’ah

Rezeki yang ditambahkan oleh Allah kerana bersyukur tidak hanya berupa tambahnya harta itu sendiri malah rezeki akan dilimpahkan itu merangkumi rezeki zahir dan rezeki batin. Ini bermakna harta akan bertambah dan akan merasa puas hatinya kerana ini adalah kekayaan sejati.

Dapat disimpulkan bahawa bersyukur akan dapat mendatangkan rezeki kerana ianya adalah janji Allah dan Allah adalah Zat yang Maha menepati janji.

KETUJUH: Tawakal

Menurut Imam al-Qusyairi tawakkal kepada Allah bermakna menafikan keraguan dan mennyerahkan segala urusan kepada Allah. Walaupun tawakkal itu sikap pasrah kepada Allah tetapi harus terlebih dahulu dimulakan dengan usaha atau ikhtiar yang normal.

Abu Naser Assaraj berkata, “Keadaan bertawakal kepada Allah adalah seperti yang dinyatakan oleh Abu Tarub an-Nakhsyabi, mengabdikan jasad untuk beribadah, mengingatkan hati kepada Allah dan bersikap tenang dalam mencari keperluan jika diberi bersyukur jika tidak, ia tetap bersabar. ” Firman Allah yang bermaksud,

“Dan hanyalah kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (Al-Maidah : 23)

Tawakal adalah salah satu alaman yang dapat mendatangkan rezeki. Firman Allah bermaksud,

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupi (keperluan) nya. ” (At-Thalaq:3)

Pemberian Allah kepada manusia adalah merangkumi :

a. Bahan makanan yang mencukupi

b. Keperluan tempat tinggal yang mencukupi

c. Pakaian yang mencukupi

d. Keperluan perjalanan yang mencukupi

e. Selalu dalam keadaan aman dan tenteram

KELAPAN: Hijrah ke jalan Allah

Hijrah menurut Imam ar-Raghib al-Asafahani ialah keluar dari negeri kafir kepada negeri iman, sebagaimana para sahabat yang keluar dari Makkah ke Madinah. Syed Muhammad Rasyid Ridha pula memberi tasiran, orang yang berhijrah dari negerinya itu bertujua untuk mendapatkan redha Allah, hijrah dengan menegakkan agamaNya yang merupakan kewajipan baginya dan hijrah dan hijrah kea rah kecintaan Allah, hijrah juga bermakna berusaha menolong saudara-saudaranya yang beriman dari permusuhan orang kafir.

Hijrah ke jalan Allah mengandungi unsur-unsur berikut:

1. Hijrah dengan niat ikhlas dan semata-mata untuk mencari rahmat dan keredhaan Allah

2. Hijrah berusaha menegakkan agama Allah sesuai dengan kadar kemampuan masyarakat setempat

Di dalam al-Quran juga ada menerangkan tentang keutamaan hijrah antaranya akan mendapatkan rezeki yang bermaksud,

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, nescaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak” (An-Nisa’ : 100)

Abdullah bi Abbas ra menyatakan bahawa sa’atan adalah rezeki yang berupa kenikmatan, keamanan, keselesaan dan kesejahteraan.

Para musafir sepakat bahawa sa’atan adalah rezeki. Jika kita lihat sesebuah negara di mana ia adalah tempat tumpuan, maka negeri itu pasti mengalami perkembangan ekonomi yang pesat. Sebagai contoh kita dapat melihat para sahabat ikut berhijrah bersama Nabi dan mereka meninggalkan segala kekayaan di Makkah kemudian menuju ke Madinah. Akhirnya semua harta dan kekayaan yang ditinggalkan di Makah diganti oleh Allah bahkan mereka hidup penuh kedamaian dan persaudaraan.

Imam Ar-Radzi menjelaskan kesimpulan ayat diatas ialah “Wahai manusia! Jika kamu membenci hijrah dari tanah airmu hanya kerana takut mendapat kesusahan dan ujian di perjalanan, maka sesekali jangan takut! Kerana sesungguhnya Allah Taala akan memberimu berbagai nikmat dan kemudian meyebabkan kehinaan musuh-musuhmu”

KESEMBILAN: Memberi nafkah mereka yang menuntut ilmu syara’

Bersedia untuk membantu mereka yang benar-benar belajar ilmu syara. Sabda Rasulullah yang bermaksud :

“Dahulu ada 2 orang bersaudara pada masa Rasulullah SAW salah seorang daripadanya mendatangi Nabi SAW dan (saudaranya) yang lain bekerja kemudian saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Nabi SAW. Kemudia beliau bersabda: “Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia” (HR Tirmidzi)

Al-Mulla Ali al-Qari menjelaskan: “Yakni aku berharap atau aku takutkan bahawa engkau sebenarnya diberi rezeki kerana berkahnya. Dan bukan bermakna dia mendapat rezeki kerana pekerjaannya, oleh sebab itu janganlah engkau mengungkit-ungkit”

Terdapat juga ulama menyatakan bahawa dia mendapat rezeki kerana ada saudaranya yang bersedia mencari ilmu sebagaiman sabda Rasulullah bermaksud:

“Bukankah kalian diberikan rezeki kerana sebab orang lemah diantara kalian”

Jelas sekali bahawa menolong atau memberi kemudahan kepada mereka yang mencari ilmu agama adalah menjadi sebab dimurahkan rezeki. Orang yang mencari ilmu juga disentuh dalam ayai ini. Firman Allah yang bermaksud,

“(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah, mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi, orang tidak menyangka mereka orang kaya yang memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan mengenal sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang yang mendesak. Dan harta apa sahaja yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. ” (Al-Baqarah:273)

Imam al-Ghazali mentafsirkan ayat tersebut : “Ia mesti mencari orang yang tepat untuk mendapatkan sedekah. Misalnya para ahli ilmu kerana hal itu merupakan bantuan baginya untuk mempelajari ilmunya. Ilmu adalah jenis ibadah yang paling mulia jika niatnya benar”

KESEPULUH: Doa / Zikir dan Al-Quran

Firman Allah yang bermaksud:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan penuh kerahsiaan”

(Al-A’raf:55)

“Berdoalah kepadaKu nescaya Aku akan memenuhi (permintaanmu)” (Al-Mukmin:60)

Adab-adab berdoa:

1. Pastikan waktu berdoa itu pada masa yang utama

a. Sedang terjadi peperangan fisabilillah, hujan dan sedang solat fardhu.

b. Sedang berpuasa, pada malam hari ketika hati merasa tenang dan penuh dengan keikhlasan serta ketika bersujud

c. Menghadap kiblat

d. Melembutkan suara

e. Jangan bersajak ketika berdoa

f. Dengan khusyuk dan tadharru’ (merendah diri)

g. Yakin akan dikabulkan

h. Berulang ulang kali (3kali)

i. Sebelum berdoa hendaklah berzikir dahulu

j. Berdoa dalam keadaan yang suci

Sabda Rasulullah yang bermaksud:

“Mahukah kuceritakan kepadamu tentang amalan terbaik dan paling bersih dalam pandangan Allah SWT. Serta orang yang tertinggi darjatnya diantara kamu yang lebih baik dari sedekah emas dan perak serta lebih baik dari memerangi musuh-musuh dan memotong leher mereka juga memotong lehermu? Para sahabat bertanya: “Apakan itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Zikrullah” (HR Baihaqi)

Amalan Doa, Zikir dan Al-Quran untuk murah rezeki :

a. Doa

b. Zikir

c. Dengan membaca Al-Quran

- Surah al-Waqi’ah. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:“Barangsiapa membaca surah al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan tertimpa kesusahan selamanya”

- Surah al-Insyirah

- Surah Yassin

- Surah al-Fatihah

- Ayat Kursi

- Surah at-Talaq

PENUTUP

Secara kesimpulannya, dapat disimpulkan bahawa amalan-amalan yang telah dinyatakan untuk mendapat rezeki hendaklah diikuti oleh semua lapisan masyarakat. Ini adalah kerana untuk memperolehi yang baik lagi berkat daripada Allah SWT.

Esei yang dirumuskan ini berdasarkan daripada buku tulisan “Mukhlas Asy-Syarkani” yang bertajuk “10 amalan yang dapat mendatangkan rezeki” terbitan “Al-Hidayah. ” Buku tersebut merupakan cetakan pertama pada tahun 2000.

Semoga pengetahuan tentang amalan ini dapat memberi manfaat kepada seluruh masyarakat umumnya. Semoga kita semua di dalam golongan yang mencapai mercu kecemerlangan di dunia dan akhirat.

Ustaz Abd Aziz bin Harjin


Pensyarah Tamadun Islam


Universiti Teknologi MARA Perlis


02600 Arau, Perlis


MALAYSIA

013-4006206, 011-1070-4212, 011-1078-4731 (H)


04-988-2701 (P), 04-988-2597 (R)



Sumber artikel: http://076115islam.blogspot.com/2009/04/10-amalan-murah-rezeki.html?m=1



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...